Selasa, 03 April 2012

Kemampuan Akademik dan Softskill yang dimiliki Mahasiswa

Kemampuan akademik mahasiswa adalah prestasi yang dicapai mahasiswa yang dinyatakan dengan nilai akhir untuk setiap kegiatan akademik dan indeks prestasi untuk kegiatan akademik dalam kurun waktu tertentu. Kebanyakan mahasiswa mempunyai persepsi bahwa suksesnya kuliah hanya dinilai dari besarnya Indeks Prestasi Akademik (IPK) saja. Mahasiswa seperti ini cenderung mengejar untuk menjadi mahasiswa teladan dalam artian mempunyai ipk yang benar-benar memuaskan.
Selain kemampuan akademik, mahasiswa harus mengupayakan kemampuan softskill. Banyak yang mengungkapkan bahwa lulusan universitas yang dibutuhkan di dunia kerja adalah lulusan yang tidak hanya memiliki hardskills namun juga yang memiliki serangkaian softskill. Kegagapan para sarjana ketika harus terjun ke masyarakat  sebagia besar disebabkan rendahnya softskill yang dimiliki. Softskill memang tidak diperoleh di bangku kuliah  dan harus diasah sendiri oleh sarjana tersebut baik selama menjadi mahasiswa. Namun ada juga mahasiswa yang hanya mengasah kemampuan softskillnya saja dan tidak menghiraukan keterampilan akademiknya. Contohnya saja, seorang mahasiswa yang menyibukkan dirinya di organisasi kampus terkadang mendapat lebel dari masyarakat sebagai mahasiswa abadi dikarenakan ia hanya mengurus urusan-urusan organisasi yang ia ikuti.

 Persaingan global
Kondisi perekonomian dewasa ini sudah menunjukkan kecenderungan yang bersifat global. Hubungan antar negara atau bangsa-bangsa di dunia di bidang ekonomi saat ini mulai tidak mengenal batas-batas wilayah negara secara geografis. Era globalisasi ini juga diwarnai oleh makin ketatnya  persaingan global. Sehubungan dengan hal ini, perguruan tinggi mempunyai kewajiban dan tanggung jawab besar dalam membangun fondasi untuk meningkatkan daya saing bangsa
 Organisasi sebagai solusi
Salah satu alternatif untuk menangani masalah ini adalah dengan mengupayakan mahasiswa untuk mau terjun ke organisasi-organisasi. Organisasi yang dimaksud adalah organisasi-organisasi kampus yang notabene ada di lingkungan kampus dimana mahasiswa bisa lebih efisien untuk mengikutinya.
Mengikuti organisasi ini bukan berarti mahasiswa harus menuangkan seluruh waktunya untuk berorganisasi, karena mahasiswa yang cenderung terlalu berkonsentrasi ke organisasi pun tidak sepenuhnya efektif.
Salah satu cara mengatasi ketidakstabilan keterampilan yang dimiliki mahasiswa ini adalah dengan membentuk kelompok-kelompok belajar atau forum-forum diskusi di dalam organisasi kampus yang telah disebutkan sebelumnya. Karena selain mahasiswa dapat mengolah kemampuan softkillnya, di dalam kelompok belajar ini mahasiswa mendapatkan media untuk bisa memperdalam kemampuan akademiknya.
Kelompok belajar ini dapat dipandu oleh seorang dosen atau senior yang dapat membimbing sekaligus dapat menjadi mediator atau mampu menyampaikan materi-materi dan ilmu-ilmu baik yang berhubungan dengan materi perkuliahan ataupun kemampuan teknis yang berdaya guna. Sebagai contoh adalah kemampuan untuk mengoperasikan bahasa pemrograman yang dibutuhkan oleh kalangan perusahaan dewasa ini. Kelompok belajar ini bukannya berjalan sekali atau dua kali hanya untuk formalitas semata. Namun hendaknya kelompok belajar ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga hasil yang diinginkan benar-benar optimal.
Di dalam kelompok belajar ini mahasiswa diharapkan dapat berpartisipasi di dalamnya dalam artian mau berdiskusi karena tujuan dari kelompok belajar ini adalah sebagai media untuk menjembatani minimnya komunikasi yang dilakukan mahasiswa dengan dosen dikelas. Mahasiswa dapat menanyakan apa yang ia kurang mengerti dan mengasah kemampuannya. Karena apa yang kita dapatkan di bangku kuliah sebagian besar hanya materi-materi dasar yang memerlukan praktik langsung agar apa yang dilakukan benar-benar terlihat realitanya.
Kelompok belajar ataupun forum diskusi ini merupakan jawaban akan ketidakstabilan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. Melalui program ini kita berharap agar mahasiswa dapat merubah pola pikirnya. Bahwa tidak selamanya apa yang kita dapat di bangku perkuliahan dapat berdaya guna untuk kehidupan di dunia kerja. Dan tidak selamanya kemampuan yang diperoleh di organisasi dapat berdaya guna tanpa adanya kemampuan teknis dan akademik yang baik. Dengan program ini diharapkan mahasiswa dapat berfikir untuk mengasah kedua kemampuan ini dan menyeimbangkannya agar tidak berat sebelah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar